September 25, 2008

talk about my feeling this morning

Pernahkah pembaca mengalami feeling blue ketika pagi hari?? Tanpa tahu penyebabnya?? Yang anda tahu hanyalah anda merasa tidak bersemangat, serasa ada yang menekan dada dan pada akhirnya anda jadi sering menghela nafas?? Kira-kira penggambarannya seperti lirik lagu Iris by Goo-Goo Dolls "and I don't want the world to see me, cause I don't think that they'd understand. When everything's made to be broken I just want you to know who I am". Well, begitulah yang penulis rasakan pagi hari ini. Sepertinya penulis malas berhadapan dengan dunia pagi ini, penulis merasa broken. Bangun pagi memang sedikit menjadi masalah bagi penulis karena penulis adalah tipe orang yang suka, dapat dan mampu tidur berlama-lama *makanya dulu Regi, Icus n Woyyo hobi manggil penulis dengan sebutan kebo idjo hehehehehe*, semenjak penulis kerja di RSUD Sleman ini maka otomatis penulis harus bangun pagi karena jam kerjanya mulai dari pagi. Baiklah, pagi ini seperti pagi-pagi biasanya penulis bangun dengan perasaan masih ingin tidur, bantal masih terasa nyaman dan enak untuk tetap dipeluk dan berpikir kenapa harus masuk pagi *sambil berharap nanti kalo punya kantor sendiri bukanya mo siang aja hahahahahaha*. Tapi karena sudah hampir menjadi rutinitas beberapa hari belakangan ini, maka penulis tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, mandi, sarapan, siap-siap ke RS. Semua tidak ada masalah, bahkan penulis sempat membagi sarapan yang tidak habis kepada sepupu-sepupu penulis yang sudah libur sekolah. Sempat ada perasaan iri juga kepada mereka karena mereka sudah libur, sedangkan jatah liburan penulis hanyalah tanggal 1-4 Oktober, namun penulis masih sempat tertawa dan bercanda-canda dengan mereka.

Dalam perjalanan entah mengapa penulis merasa ada yang aneh pada pagi hari ini, tidak seperti biasanya. Yang pertama kali penulis sadari adalah penulis merasa sesak napas, seakan ada yang menghimpit dada dan harus berkali-kali menarik napas panjang. Secara umum, penulis tidak punya penyakit asma, cuma terkadang sering 'bengek' saja. Yah salah satu keuntungan menjadi mahasiswa psikologi adalah kemampuan untuk introspeksi atau menilai dan merasakan apakah yang tengah terjadi dalam diri sendiri. Penulis kemudian mulai dari melihat dan merasakan sensasi-sensasi apa sajakah yang dirasakan oleh fisik penulis, setelah menyadari sensasi fisik seperti yang telah disebutkan di atas maka penulis mulai memberi nama kira-kira perasaan seperti apa yang mungkin dirasakan dengan sensasi-sensasi tersebut *kurang lebih seperti metode gestalt bagian here and now lah*. Akhirnya penulis menilai bahwa ada perasaan mangkel dan tidak semangat dalam diri penulis tepat di tengah-tengah perjalanan menuju rumah sakit. Meski penulis kurang lebih punya gambaran mengenai penyebab munculnya perasaan itu, tapi mengingat penulis sebentar lagi akan bekerja maka penulis berpikir untuk tidak mengutak-utik dulu penyebabnya melainkan lebih berfokus bagaimana caranya supaya perasaan ini tidak akan menganggu kinerja penulis. Job-des penulis yang harus berhadapan dengan banyak orang yang hendak mengkonsultasikan permasalahannya menyebabkan penulis harus bersikap profesional dimana perasaan penulis sendiri tidak akan mempengaruhi proses konseling atau pemeriksaan psikologi dengan para klien. Easy to say but very hard to conquer it.

Dahulu ketika masih di RSJ atau di PSPP penulis tidak akan terlalu memusingkan perasaan-perasaan yang penulis bawa karena biasanya dengan berinteraksi dengan teman-teman penulis maka penulis akan bisa tertawa dan semangat kembali sebelum mulai kerja. Sedangkan di rumah sakit penulis sendirian, hanya satu tim dengan satu psikiater dan satu perawat, tentu saja rasanya berbeda dengan teman sendiri dimana penulis bisa bercanda atau menggoda *damn! ternyata vitamin penulis selama ini adalah godain Elin ama Tiwi hehehehehehehehe*. Akhirnya penulis memakai metode sugesti diri untuk membangkitkan semangat dan menetralisir perasaan-perasaan down atau blue. Tentu saja sudah banyak ahli yang berkata kekuatan positive thinking, the power of word, sugesti diri dan sebangsanya untuk dapat memotivasi diri sendiri dan jujur juga penulis sering memberikan saran-saran tersebut bila ada yang berkonsultasi. Jadi penulis memakai kekuatan lagu dan musik untuk mensugesti diri dengan bernyanyi sendiri dan teriak-teriak untuk membangkitkan semangat, selintas seperti orang aneh yah huahahahahhahahaha. Kebetulan memang penulis hobi mendengarkan lagu sepanjang perjalanan, demikian pula dengan hari ini. Salah satu lagu andalan penulis dan Chibi untuk membangkitkan semangat dan motivasi adalah lagunya Five yang Keep On Movin', liriknya seperti ini,
I woke up today with this feeling
That better things are coming my way
And if the sunshine has a meaning
Telling me not to let things get in my way

When the rainy days are dying
Gotta keep on, keep on trying
All the bees and birds are flying
Never let go, gotta hold on in
Non-stop 'til the break of dawnin'
Keep movin' don't stop rockin'

Get on up when you're down
Baby, take a better look around
I know it's not much, but it's okay
We'll keep on moving anyway

Feels like I should be screaming
Trying to get it through to my friends
Sometimes it feels like life has no meaning
But I know things will be alright in the end

When the rainy days are dying
Gotta keep on, keep on trying
All the bees and birds are flying
Never let go, gotta hold on in
Non-stop 'til the break of dawnin'
Keep movin' don't stop rockin'

Get on up when you're down
Baby, take a better look around
I know it's not much, but it's okay
We'll keep on moving anyway
Bagian favorit penulis adalah bagian reff yg mulainya dari Get on up itu, lalu ketika kata-kata take a better look around maka penulis benar-benar mempraktekkannya di jalan sembari melayangkan pandangan ke sekeliling, melihat langit biru, awan putih, orang yang sedang membuka toko dan seterusnya. Ampuh lho!! Penulis juga menjadi sedikit bersyukur, bersemangat dan perasaan-perasaan blue serta downnya semakin surut. Wah benar-benar pengalaman yang seru untuk dirasakan pada pagi hari ini. Dan seharian ini di rumah sakit, penulis merasa tidak ada beban, mampu konsultasi dengan klien tanpa membawa perasaan pribadi, berkunjung ke bangsal untuk menjumpai pasien hingga melebih jam kerja. Semua dilakukan dengan semangat penuh dan ajaibnya penulis juga tidak mengeluh baik secara verbal, non verbal atau dalam hati saja *biasanya suka ngeluh kalo ketemu klien yg hobinya defens...aduh capek banget deh...*. Pada dasarnya mungkin pribadi penulis yang ekstrovert sedikit banyak mempengaruhi dimana penulis seakan mendapatkan energi dan semangat ketika berinteraksi dengan orang lain. Ditengah suasana menjelang liburan namun penulis bisa dikatakan hanya dapat libur sebentar *aiihh...cuma dapat jatah 4 hari coba* lalu tugas-tugas laporan yang harus dikerjakan dari Dinas Kesehatan setiap harinya, masalah-masalah klien yang tetap harus dipikirkan meski jam kerja sudah usai, tanpa ada teman-teman yang dekat yang bisa diajak diskusi, curhat, bercanda atau ketawa setiap hari maka penulis mencoba menjalani semuanya sendirian *hiks...hiks...kangen ketawa bareng teman-teman*. It's not much, but hey it's okay, keep on moving anyway!!! Ganbate!!!

ps. mizz u all guys!!! ternyata kerja praktek sendirian gak semengasyikan kerja bareng2 dan rame2 *dasar org ekstrovert ;p*.

0 comments: